Nyasar

Senin, 22 November 2010

Wow, Koleksi Makhluk Aneh di Museum Cryptozoology


YETI, Bigfoot, atau monster danau (loch ness), nama-nama ini sudah wara-wiri di dunia mitos seiring kemisteriusannya dan fakta-fakta yang hingga kini belum terbukti kebenarannya. Meski begitu, keberadaan makhluk yang melegenda ini dimuseumkan oleh Loren Coleman, dan Anda bisa melihatnya di Museum Cryptozoology. 

Disebut Museum Cryptozoology karena koleksi yang berada di sini memuat berbagai makhluk legendaris atau yang dinyatakan tidak ada oleh biologi mainstream. Ini merunut pada Cryptozoology yang merupakan studi tentang binatang/makhluk tersembunyi. 

Meski masih merupakan hal yang janggal, Loren Coleman sebagai salah satu ahli Cryptozoology terkemuka di dunia nampaknya mempercayai keberadaan binatang-binatang itu. Selama bertahun-tahun, Coleman mengumpulkan berbagai koleksi spesimen, replika, dan artefak yang berkaitan dengan cryptid (julukan makhluknya). 
Berbagai koleksi yang bisa Anda temukan di museum ini adalah Bigfoot, makhluk misterius yang dicirikan mempunyai tubuh besar dengan bulu lebat yang menutupi seluruh tubuhnya. Bigfoot dilaporkan telah dilaporkan di daerah Kanada dan Amerika Utara. 

Sementara itu, di beberapa negara sosok serupa Bigfoot juga dilaporkan keberadaannya, seperti Yeti di Tibet dan Nepal, Yeren di China, dan Yowie di Australia. 

Adapun makhluk lain yang ada di museum ialah coelacanth. Coelacanth adalah salah satu jenis ikan yang diperkirakan sudah punah sejak akhir masa Cretaceous, 65 juta tahun yang lalu, sampai sebuah spesimen ditemukan di timur Afrika Selatan. Adapun di Indonesia bisa ditemukan di Manado Tua, Sulawesi. 

Satu lagi makhluk aneh lain ialah putri duyung Fiji. makhluk ini digambarkan sebagai sosok gabungan mamalia dan ikan. Penggambaran sosoknya sangat aneh. Selain Bigfoot, putri duyung Fiji, dan coelacanth, masih ada beberapa makhluk aneh lain yang bisa Anda lihat. 

Bila tertarik melihat berbagai makhluk aneh yang melegenda, Anda bisa mengunjungi Museum Cryptozoology di 661 Congress Street, Portland, Maine, Amerika Serikat. Museum Cryptozoology buka setiap hari Rabu-Minggu mulai pukul 11.00-18.00 waktu setempat. Tiket masuknya US$5 (sekitar Rp44 ribu). 

Jika Anda penyuka makhluk-makhluk misterius, kunjungan ke Museum Cryptozoology saat berlibur di AS bisa memuaskan rasa penasaran Anda.(*/X-12)

Misteri Batu-batu Berjalan di California


Pernah dengar misteri batu meluncur atau batu berjalan? Ya, batu berjalan menjadi salah satu misteri yang paling menarik dari Death Valley National Park, tepatnya di danau kering Racetrack Playa, California-AS. Batu berjalan itu dapat ditemukan dengan mudah di permukaan Playa dengan jejak panjang di belakangnya.

Bagaimana mereka dapat bergerak atau berpindah masih menjadi misteri besar di benak para peneliti. Pasalnya, batu yang berjalan tidak hanya batu kecil yang mudah tertiup oleh angin. Ada beberapa batu besar dengan berat ratusan kilogram yang juga turut "jalan-jalan".

Pertanyaan besar yang tentu saja akan muncul kemudian: bagaimana cara mereke bergerak? Ini menjadi tantangan besar bagi para peneliti. Mengapa fenomena ini menjadi misteri? Karena, tidak ada satu orang pun yang pernah melihat ia berjalan.

Sampai hari ini, faktanya adalah tidak ada seorang atau satu organisasi pun yang mengetahui bagaimana batu-batu itu bisa berpindah tempat, meski beberapa orang sudah mempunyai penjelasannya masing-masing menurut nalar. Menarik untuk disimak.

Batu berjalan di Racetrack Playa

Tapi, sebelumnya, sekadar diketahui apa dan di mana Racetrack Playa. Racetrack Playa adalah danau kering yang datar dengan panjang empat kilometer dan lebar sekitar dua kilometer. Terletak di California-AS, permukaannya terdiri dari batuan sedimen yang terbuat dari lumpur dan tanah liat.

Iklim di daerah ini juga kering. Hujan hanya terjadi beberapa inci per tahun. Namun, saat hujan, pegunungan terjal yang mengelilingi Racetrack Playa akan menyuplai air ke permukaan danau dan menyulapnya menjadi danau dangkal yang sangat luas. Sayangnya, ini hanya bertahan beberapa hari saja. Setelah itu, dalam keadaan basah, permukaannya berubah menjadi lumpur yang lembut dan licin.

Ada beberapa asumsi atau penjelasan tentang mengapa batu-batu di Racetrack Playa dapat berjalan. Semua penjelasan tersebut masuk akal. Bisa jadi Anda setuju dengan salah satunya. Namun, sampai saat ini belum ada yang dapat membuktikannya bersama-sama secara ilmiah.

Apakah mereka digerakkan oleh manusia atau hewan?
Jejak yang terbentuk di belakang batu menunjukkan bahwa batu-batu berjalan itu berpindah saat permukaan Racetrack Playa masih ditutupi dengan lumpur yang sangat lembut. Dan, di sekitar jejak batu, tidak ada lumpur yang rusak akibat jejak makhluk hidup lainnya. Artinya, sangat kecil kemungkinan batu tersebut dipindahkan oleh manusia dan hewan.

Apakah mereka digerakkan oleh angin?
Ini penjelasan paling favorit dan dipilih banyak orang karena dinilai paling mungkin. Bukan asal tebak atau sekedar menerka-nerka. Tapi, jika dipelajari dari jejak batu yang berjalan, arahnya sejajar dengan arah angin yang berhembus di Racetrack Playa, yakni dari barat daya ke arah timur laut.

Hembusan angin kencang diperkirakan mampu menyenggol batu sampai berpindah tempat. Kurva pada jejak batu tersebut dibentuk oleh pergeseran arah angin yang membawanya, karena interaksi angin dan batu tidak teratur.

Batu berjalan di Racetrack Playa 

Apakah mereka digerakkan oleh es?
Beberapa orang mengaku sempat menyaksikan Racetrack Playa tertutup oleh lapisan es tipis. Idenya, air membeku di sekitar batu. Lalu, angin berhembus di atas permukaan es dan menyeret lapisan es berikut batu yang tertancap di permukaan es.

Beberapa penelitian telah menemukan jejak sangat kongruen pada beberapa batu. Namun, seharusnya pengangkutan lapisan es besar diharapkan meninggalkan tanda para permukaan Playa. Sampai saat ini, tanda tersebut belum bisa dibuktikan.

Mungkin Anda setuju dengan salah satu dari beberapa penjelasan di atas. Atau, tidak ada salahnya jika Anda mempunyai penjelasan lain yang berbeda. Tetapi, mungkin cerita ini akan tetap menarik jika jawabannya tidak pernah diketahui dan menjadi misteri.(vnc)

Nelayan China Menjerat & Menjual Mayat Manusia

Nelayan China Menjerat & Menjual Mayat Manusia

Wei Xinpeng seorang nelayan di China punya pekerjaan yang aneh dan menakutkan. Dia menebar jala ke sungai untuk menjerat mayat manusia kemudian mayat itu dijual ke keluarga mayat tersebut.
Profesi itu dilakukan oleh Wei Xinpeng di Sungai Kuning. Seperti diungkapkan dalam laman BBC, Wei memulai harinya dengan nongkrong sambil merokok di tepi sungai. Matanya terus mengamati air Sungai Kuning yang keruh. Dia yakin, sungai itu pasti selalu menyimpan mayat manusia, entah korban kecelakaan, dibunuh, atau pun bunuh diri.

Lelaki 55 tahun itu seperti hapal aliran sungai, dan dia jeli melihat ke mana arus membawa mayat-mayat yang tenggelam di sungai itu. Biasanya, Wei mendayung perahunya ke dekat satu jembatan kecil di hilir. Di sana, biasanya mayat akan parkir sebentar, karena tersangkut di celah besi jembatan.

Dalam tujuh tahun terakhir, mencari mayat adalah kegiatan rutin Wei. Dia menjual temuannya itu ke kerabat mayat bersangkutan. “Saya memberi penghargaan kepada si mayat,” ujar Wei, seperti dilansir dari laman BBC, Senin (22/11/2010).

Selama menjalani profesinya itu, Wei mengaku telah mengumpulkan sebanyak 500 mayat dari dasar sungai. “Orang-orang ini mati dengan cara mengenaskan,” ujar Wei.

Wei mengaku, mengumpulkan mayat temuannya itu pada satu teluk kecil yang tak tersentuh arus. Mayat-mayat beragam bentuk itu ditumpuk di sana. Sebagaimana disaksikan BBC, di teluk kecil itu ada empat mayat yang tubuhnya telah kaku, dengan kepala tertelungkup ke bawah.

Setiap kali berhasil menangguk mayat, Wei mengumumkannya di koran lokal. Dia menyebut ciri fisik mayat itu, sehingga kerabat yang bersangkutan dapat segera mengenalinya. Biasanya, kerabat si mayat akan menelepon Wei, dan meminta diantarkan ke tempat dia menyimpannya.

Wei membawa kerabat si mayat ke teluk kecil itu. Dia memasang sedikit tarif untuk jasa membalikkan tubuh si mayat agar wajahnya dapat terlihat. Jika kerabat mayat ingin membawanya pulang, maka mereka harus membayar uang tebusan sebesar lebih dari US$ 500, atau sekitar Rp 4,4 juta.

Wei juga mengatakan, selama ini dia telah menjual sekitar 40 mayat. Tapi terkadang, keluarga mayat enggan membayar, dan pulang tanpa membawa jenazah yang ditemukan Wei. “Satu kali orang tua mencari anaknya. Mereka melihat sebentar, lalu pergi tanpa berkata apa-apa. Mereka tak membawanya pulang,” ujar Wei.
Jika sudah begini, Wei terpaksa harus menguburkan mayatnya secara pantas. Soalnya, pemerintah akan membiarkan mayat temuannya membusuk tanpa melakukan apapun. Wei mengatakan apa yang dia lakukan bukan semata-mata karena uang, tapi karena alasan lebih pribadi.


Dia pun berkisah. Pekerjaan ini, kata Wei, bermula dari usahanya untuk mencari anaknya sendiri, yang tenggelam di Sungai Kuning. “Anak saya tenggelam di sungai ini dan saya tidak dapat menemukan mayatnya. Sangat menyakitkan. Itu sebabnya saya melakukan pekerjaan ini,” jelas Wei.

Hingga kini, lanjut Wei, putranya itu belum ditemukan. Hal ini yang membuat Wei terus mencari putranya itu.


Ini Lho, Dalil Bahwa Maksiat Bisa Mendatangkan Musibah.

Mungkin, kedengarannya kok tidak nyambung.
Gempa bumi, tsunami, banjir dan meletusnya gunung berapi yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, kok penyebabnya maksiat (kepada Allah)???
Ternyata…hal ini ada dalilnya. Bukan isapan jempol semata!
Saya kutipkan beberapa dalil yang berkaitan dengan masalah ini, mudah-mudahan bisa menjadi cermin buat diri-diri kita, bahwa maksiat yang kita jalankan, akan menimbulkan murkaNya.

Allah Ta’ala berfirman,

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri (dosa-dosamu), dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)

Ibnu Qoyyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan,


“Di antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan nikmat dan akibat dosa adalah mendatangkan bencana (musibah). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari seorang hamba adalah karena dosa. Begitu pula datangnya berbagai musibah juga disebabkan oleh dosa.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu mengatakan,


“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

Dalil berikutnya, adalah hadits Nabi Shallallahu alaihi wasallam berikut ini:

Artinya : Hai orang-orang Muhajirin, lima perkara; jika kamu ditimpa lima perkara ini, aku mohon perlindungan kepada Allah agar kamu tidak mendapatinya.

- Perbuatan keji (seperti: bakhil, zina, minum khamr, judi, merampok dan lainnya) tidaklah dilakukan pada suatu masyarakat dengan terang-terangan, kecuali akan tersebar wabah penyakit tha’un dan penyakit-penyakit lainnya yang tidak ada pada orang-orang dahulu yang telah lewat.


- Orang-orang tidak mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan disiksa dengan paceklik, kehidupan susah, dan kezholiman pemerintah.


- Orang-orang tidak menahan zakat hartanya, kecuali hujan dari langit juga akan ditahan dari mereka. Seandainya bukan karena hewan-hewan, manusia tidak akan diberi hujan.


- Orang-orang tidak membatalkan perjanjian Allah dan perjanjian Rasul-Nya, kecuali Allah akan menjadikan musuh dari selain mereka (orang-orang kafir) menguasai mereka dan merampas sebagian yang ada di tangan mereka.


- Dan selama pemimpin-pemimpin (negara, masyarakat) tidak menghukumi dengan kitab Allah, dan memilih-milih sebagian apa yang Allah turunkan, kecuali Allah menjadikan permusuhan di antara mereka”.


[HR Ibnu Majah no. 4019, al Bazzar, al Baihaqi; dari Ibnu 'Umar. Dishohihkan oleh Syaikh al Albani dalam ash-Shohihah no. 106, Shohih at-Targhib wat-Tarhib no. 764, Maktabah al Ma’arif]
Sekarang, berapa banyak maksiat yang tersebar luas di negeri yang mayoritasnya kaum muslimin ini? Banyak, ataukah sedikit?
Dari sini, kita bisa mengevaluasi, apa yang perlu kita lakukan untuk menanggulangi bencana dan musibah, yang seolah-olah terus menerus menerpa kita.
Pembenahan dalam arti fisik (misalnya, pembuatan kanal banjir, pelarangan penebangan pohon sembarangan, dan lainnya), perlu dilakukan. Namun, pembenahan akidah dan amaliah kita, kaum muslimin, tak kalah perannya didalam menghindarkan negeri ini, dari musibah berkepanjangan, seperti yang kita alami akhir-akhir ini.
Nas’alullah assalamah wal ‘afiyat…
note: beberapa dalil, saya kutip dari tulisan ustadz Abduh Tuasikal dan situs almanhaj.
sumber
Push-up dengan dua tangan mungkin itu hal yang biasa. Dengan satu tangan juga boleh disebut tak mengherankan. Tetapi bagaimana kalau yang push-up satu tangan itu seorang kakek berusia 102 tahun?
Orange, Rabu (3/11) menulis, kakek yang luar biasa itu adalah Shi Xiaochun. Mantan petugas pos ini mengaku masih memiliki fisik yang sehat dan kuat. Pria tua tersebut selalu berlatih di rumahnya setiap hari sambil melakukan push-up degan dua tangan. Tak segan-segan ia menunjukkan kebolehannya push-up dengan satu tangan.
Kakek yang tinggal di Xiaoshan, Provinsi Zhejiang, China ini mengungkapkan rahasia kebugarannya yaitu dengan berlatih olahraga tradisional China, Tai Chi.
Menurut putrinya bernama Shi Guangyu, kondisi fisik ayahnya merupakan efek dari kerja kerasnya dan pola hidup sehat. “Ayah saya suka makan daging, buah-buahan, dan minum teh. Dia tidak pernah merokok dan minum alkohol,” ujar Shi Guangyu.
Kakek Shi menambahkan kalau kemampuannya itu merupakan buah dari pekerjaannya dahulu. “Saya dulu harus keliling kota untuk mengantarkan paket dan surat dengan berjalan kaki sebab tidak banyak transportasi seperti sekarang ini,” ujarnya.harian-global.com

Selasa, 16 November 2010

Misteri Sosok Gaib Sebelum Letusan Merapi

Sleman – Sosok misterius itu muncul beberapa saat sebelum Merapi memuntahkan isi perutnya, Selasa (26/10/2010) lalu. Ponimin –orang yang diminta GKR Hemas menjadi juru kunci Merapi menggantikan Mbah Maridjan– dan istrinya sedang duduk di ruang tamu rumahnya yang terletak di Dusun Kinahrejo atau kurang lebih 100 meter dari rumah Mbah Maridjan.

Ponimin, 50-an tahun, memegang gepokan uang sebesar Rp 25 juta. Dari jumlah itu, Rp 15 juta diberikan isterinya untuk membayar hutang bisnis kayu yang ditekuninya selama ini. Sedangkan sisanya, Rp 10 juta baru saja akan dimasukkan ke tas ketika suara gemuruh tedengar dari Merapi.
Ponimin dan istrinya bangkit dari duduknya. Bukan untuk mengungsi. Ponimin bergegas menuju kebun untuk mengambil daun awar-awar dan dadap serep.
Dua daun itu dipercaya bisa digunakan untuk tolak bala. Sedangkan istrinya, Yati, keluar rumah membaca ayat suci al Qur’an.
Saat itulah, Yati berkisah, dirinya dikejutkan kemunculan sosok misterius. “Tiba-tiba ada sosok tua berpakaian Jawa berdiri di depan saya. Orang itu mengatakan akan mengobrak-abrik keraton Yogya,” cerita Yati kepada GKR Hemas yang menemuinya di rumah pengungsiannya di Dusun Ngenthak, Kelurahan Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Kamis (28/10) siang.
Dengan sedikit gemetaran Yati pun mencegah keinginan sosok orang tua gaib itu. “Ojo (jangan),” kata Yati.
Sosok orang tua dengan api menyala-nyala di belakangnya itu kemudian menghilang. Yati pun masuk ke dalam rumah karena dari atas Gunung Merapi ia melihat ada api yang meluncur ke bawah. Pun Ponimin. Keduanya pun berlindung di dalam rumahnya bersama anak-anaknya. Mereka bersembunyi di dalam kamar.
Hawa panas tiba-tiba menerjang disertai angin kencang dan debu. Di dalam rumah, keluarga ini masuk ke kamar dan berlindung di balik rukuh (mukena) milik Yati.
“Kami selamat, meski api berkobar-kobar di sekeliling kami. Atap rumah beterbangan. Kaca-kaca jendela pecah,” cerita Yati.
Setelah awan panas reda, mereka bergerak ke luar rumah. Namun tanah yang diinjak terasa panas. Mereka berhasil naik mobil di halaman rumah yang selamat dari amukan awan panas. Namun baru berjalan beberapa meter, ban mobil pecah karena meleleh. Mereka kembali masuk rumah.
Di dalam rumah mereka mengumpulkan tujuh bantal dan satu sajadah. Benda-benda itulah yang kemudian dijadikan “jembatan” untuk keluar dari rumah, menuju tempat aman.
Agak jauh dari rumah, mereka ditolong Tris, tetangganya yang juga selamat dan kemudian dilarikan ke RS Panti Nugroho di Pakem. Rukuh yang menyelamatkan nyawa Ponimin dan keluarganya itu kini disimpan. “Sudah ada yang nawar Rp 40 juta. Namun tidak saya kasih,” kata Yati.
Ponimin dan keluarga memilih kini mengungsi di rumah dokter Anna Ratih Wardhani di Dusun Ngenthak, Kelurahan Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman hingga saat ini. Selama mengungsi, dokter Anna merawat luka bakar di telapak kaki Ponimin. Akibat kedua telapak kakinya yang melepuh, Ponimin hingga saat ini hanya bisa duduk dan berbaring di kasur.
Di pengungsian ini, Yati masih bertanya-tanya, siapa gerangan sosok orang tua misterius yang muncul sebelum Merapi mengamuk itu.TEMPO Interaktif

5 Bencana Tsunami

Banyak tsunami yang telah terjadi sepanjang sejarah manusia. Beberapa di antaranya adalah yang terjadi di Indonesia, seperti tsunami yang menghantam wilayah Mentawai hari Selasa (26/10/10) dan tsunami Aceh pada tahun 2004 lalu.
Sejarah mencatat bahwa bencana yang terjadi akibat aktivitas geologi itu hampir selalu merenggut banyak nyawa. Berikut ini adalah catatan sejarah tentang 5 tsunami yang paling mematikan.


1. Tsunami Aceh
Tsunami ini terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 akibat gempa berkekuatan 9,1 hingga 9,3 skala Richter. Gelombang tsunami menyapu beberapa wilayah diantara di Aceh, India, Srilanka, Thailand, Maldives dan wilayah Afrika Timur.
Sejumlah 226.000 jiwa tewas akibat tsunami ini dengan 166.000 jiwanya merupakan warga negara Indonesia. Gempa penyebab tsunami ini merupakan gempa terbesar keempat yang terjadi dalam sejarah, sementara tsunaminya merupakan tsunami yang terbesar. Jumlah orang yang meninggal mencapai 226.000 jiwa dengan 166.000 jiwanya merupakan orang Indonesia.
2. Tsunami di Masa Yunani Kuno
Tsunami di masa Yunani Kuno ini diketahui merupakan tsunami pertama yang terekam sepanjang sejarah. Sebab tsunaminya adalah meletusnya gunung yang berada di dekat Pulau Thera atau Santorini. Jumlah orang yang tewas dalam tsunami ini tidak diketahui dengan pasti, namun ditaksir mencapai lebih dari 100.000 orang.
Gelombang tsunami diperkirakan mencapai 15 meter. Sementara itu, tsunami yang terjadi pada tahun 1500 SM ini diperkirakan menjadi sebab runtuhnya peradaban Minoa, salah satu peradaban yang berkembang kala itu.
3. Tsunami di Portugal, Spanyol dan Maroko
Tsunami ini terjadi akibat gempa berpusat di dasar perairan Atlantik pada tahun 1755. Gelombang tsunami menghantam kota-kota di Portugal, Spanyol dan Maroko dengan kerusakan terparah terjadi di wilayah kota Lisbon. Tinggi gelombang tsunami memang tak melebihi Tsunami Krakatau, tapi jumlah orang yang tewas jauh lebih banyak, sebanyak 60.000 orang.
4. Tsunami Laut China Selatan
Tsunami ini terjadi pada tahun 1782 di wilayah Laut China selatan yang berdekatan dengan Taiwan. Sebab tsunami adalah gempa tektonik yang terjadi di dasar lautan. Tidak jelas pusat gempa dan kekuatannya, namun sebanyak 40.000 orang tewas karenanya. Berdasarkan katalog tsunami yang dipublikasikan Rusia, gelombang tsunami menerjang daratan hingga sejauh 120 kilometer.
5. Tsunami Akibat Letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda
Tsunami ini terjadi tahun 1883 dan membunuh sekitar 36.000 orang. Gelombang tsunami yang ditimbulkan oleh letusan mencapai tinggi 40 meter dan menyapu setidaknya 165 desa di wilayah Jawa dan Sumatra. Letusan Krakataunya sendiri merupakan letusan gunung api yang terbesar dalam sejarah, menimbulkan suara yang begitu keras dan abu vulkanik yang bahkan tersebar hingga ke Australia.(kompas.com)